Babinsa Banjarworo Koramil 10 Bangilan Bersama Ratusan Siswa-Siswi, SMA, MTS, MI se Kecamatan Bangilan Laksanakan Istighosah dan Doa Bersama

Tuban – Babinsa Banjarworo Koramil 0811/10 Bangilan Serda Kasnadi bersama ratusan Siswa-Siswi, SMA, MTS, MI se Kecamatan Bangilan menghadiri acara Istighosah dan Do’a Bersama dalam rangka menghadapi Ujian Nasional bertempat di Masjid Darul Ikhsan Dusun Santren, Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan. Sabtu (07/03/2020).

 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Sekolah MA ,MTs, Mi Se Kecamatan Bangilan, K. Muklisin Ketua PGMI Bangilan, Ipda Komari (Wakapolsek), Serda Kasnadi (Babinsa), Siswa Kelas XII MA Se- Kec Bangilan, Siswa-Siswi Kelas IX MTs se Kecamatan Bangilan, Siswa-Siswi Kelas VI Mi se Kecamatan Bangilan kurang lebih 800 Siswa. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka menghadapi Ujian Nasional bertempat di Masjid Darul Ikhsan Dusun Santren, Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan.

 

Kepala Sekolah Madrasah Aliyah menyampaikan, kegiatan ini bertujuan menyiapkan mental para siswa menghadapi Ujian Nasional (UN) untuk siswa MTS, serta berpesan kepada para siswa untuk menyeimbangkan antara persiapan akademik, fisik dan hati.”Persiapan mental sangat penting dalam menghadapi segala ujian yaitu dengan mengingat Allah dalam setiap tindakan yang akan dilakukan,” ungkapnya.

 

“Dengan mental yang kuat maka dalam langkah yang dilakukan akan menghasilkan kebaikan-kebaikan. Maka buatlah warna kebaikan dalam setiap karya jadikan sejarah hidup kita terukir oleh tinta emas kebaikan,masa depan ditentukan oleh perbuatan kita saat ini” tuturnya.

 

“Berjuanglah dengan penuh semangat semoga berhasil semuanya,” pungkasnya.

 

Acara penguatan mental selanjutnya dipandu secara langsung oleh Ustad Sulaeman Wahab. Ustad Sulaiman berpesan agar senantiasa membersihkan hati dan penguatan tauhid. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca istigfar, tahlil dan tasbih. “Bacaan Tasbih akan mengingatkan kepada kita tentang rasa syukur karena semua alat organ yang dipinjam dari Allah masih berfungsi dengan baik,” paparnya.

 

Bacaan istigfar akan membuat hati bersih karena kejujuran itu ada di hati. Apabila hati bersih dijaga dengan istigfar maka tidak akan bertentangan dengan makna istifar itu sendiri. “Kita akan dibimbing sama Allah dan diberikan petunjuk, tidak ada yang bisa merubah hasil kecuali Allah. Cukuplah Allah menjadi penolong.Yakin bahwa Allah akan menolong!” tegasnya.

 

Acara Istighosah kemudian diakhiri dengan doa dan bersalaman antara siswa, guru dan orang tua siswa. (Pen Tuban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *