Peresmian Kampung Tangguh Dusun Ngampel Desa Ngampelrejo, Penanganan Covid 19 Berbasis Komunitas dan Gotong Royong Warga

Tuban – Forkopimda Tuban yaitu Bupati Tuban KH. Fathul Huda didampingi Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Viliala Rhomadhon, Kapolres Tuban AKPB. Ruruh Wicaksono, S.IK, S.H,M.H meresmikan kampung tangguh semeru di Dusun Ngampel Desa Ngampelrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Sabtu (20/06/2020)

Bupati bersama Forkopimda datang di Dusun Ngampel Desa Ngampelrejo disambut oleh Kades Ngampelrejo Bpk. Taryono bersama Forkopimca Bancar dengan diawali pemberian kalungan kain sorban oleh Kades, dilanjutkan dengan pengecekan dibeberapa fasilitas prasarana penanganan Covid 19 di Desa Ngampelrejo.

Kapolres Tuban AKPB. Ruruh Wicaksono, S.I.K., SH, dalam sambutannya mengungkapkan program kampung tangguh ini merupakan Program bapak Kapolda Jatim yang merupakan strategi kalaborasi antara TNI, Polri dengan warga masyarakat khususnya dari tingkat dusun agar lebih fokus pada pemecahan madalah utamanya penanganan covid 19. Dusun harapannya mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam menyelesaikan permasalahan khususnya percepatan penanganan covid 19 didusun atau desanya dengan berbasis saling bergotong royong.

‘‘Keberhasilan kampung tangguh perlu dukungan dan partisipasi dari warga, bukan hanya tugas TNI, Polri, Kesehatan dan intansi lain saja. Masyarakat diharapkan bergotong royong untuk menangani covid 19 secara komunitas, sebagai contoh lumbung pangan dapat dimanfaatkan untuk warga yang terdampak covid 19’’ jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Viliala Rhomadhon mengungkapkan bahwa berkaitan kondisi sekarang ini pemerintah telah memberlakukan penerapan New Normal atau tatanan kehidupan yang baru. Dimana masyarakat boleh melaksanakan aktivitasnya secara normal akan tetapi tetap mematuhi anjuran pemerintah diantaranya melaksnakan aktivitas dengan protokol kesehatan yaitu gunakan masker saat keluar rumah, jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.

‘‘Kita sudah mulai masuk dunia New Normal atau tatanan hidup yang baru yaitu hidup normal tapi dengan protokol kesehatan. Tapi tadi saya masih melihat dipinggir jalan ada anak anak bermain dengan teman temannya tapi tidak menggunakan masker. Inilah tugas kita sebagai warga masyarakat harus ada yang mengingatkan anak anak kita tersebut, mari kita sayangi anak anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini, kita jangan bosan bosan untuk mengingatkan anak anak kita dan warga masyarakat yang lain untuk mematuhi anjuran pemerintah supaya semuanya selamat dan aman.’’ imbuh Dandim.

Bupati tuban dalam sambutannya menjelaskan bahwa pandemi Covid 19 ini merupakan hal yang baru bagi warga negara Indonesia dan bahkan warga didunia. Berbagai negara berusaha mencari solusi untuk mengatasi covid 19 ini dan bahkan negara negara diluar sana memberlakukan dengan cara lockdown. Tapi karena segala pertimbangan di Indonesia hanya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan sekarang memberlakukan New Normal (Tatanan Hidup Baru).

‘‘Imbas dan efek dari pandemi Covid 19 ini cukup besar ya bapak ibu sekalian, anak anak kita sekarang tidak bisa sekolah, kuliah, biasanya dulu mengaji dimasjid diajar oleh ustad sekarang tidak bisa mengaji lagi karena tidak boleh berkerumun, kita juga tidak boleh bepergian keluar rumah kalau tidak penting sekali. Dan akibat dari kita sering dirumah saja dan tidak pernah keluar rumah sekarang ini malah banyak laporan dari dinas kesehatan, puskesmas angka ibu ibu melahirkan naik secara drastis, apa ini efek dari program dirumah saja sehingga covid 19 negatif tapi ibu ibu yang positif naik?’’ canda Bupati yang disambut riuh tawa para undangan semua.

‘‘Yang tidak kalah perlu mendapat perhatian dari semuanya adalah kegiatan berkerumun dimasjid, ngobrol bersama dengan jamaah lain yang tidak menjaga jarak, melaksanakan sholat jumat berjamaah yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, tidak menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, karena kalau sampe tersebar ada penyebaran covid 19 dari klaster masjid ini sangat berbahaya imbas dan efeknya untuk umat islam, kalau dari klaster pasar ini masih biasa tapi kalau dari klaster masjid ini tentunya cukup berbahaya dan sangat tidak bagus efeknya untuk umat Islam, untuk itu saya berpesan kepada imam masjid, pengurus dan tokoh agama, masyarakat untuk memperhatikan hal ini.’’ pungkas Bupati.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Tuban KH. Fathul Huda, Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Villiala Rhomadhon, Kapolres Tuban AKBP. Ruruh Wicaksono, S.IK, S.H,M.H, Ketua DPRD Tuban H. Miyadi Spd, Ketua Komisi IV DPRD Tuban Ibu Tri Astuti SH, Kepala Dinkes Tuban Bpk. Bambang Priyo Utomo, Wakil Ketua BPBD Tuban Bpk. Emil Puncoro, Camat Bancar Bpk. Sutaji. SIP, Danramil 0811/12 Kapten Inf Koliq Hasim, Kapolsek Bancar AKP. Budi Priyanto, SH, Kades Ngampelrejo Bpk. Taryono, Kepala Desa sewilayah Puskesmas Bancar, Tim gugus tugas Covid 19 desa Ngampelrejo, Relawan tim tugas covid 19 desa Ngampelrejo, Ketua PKK Ds. Ngampelrejo beserta anggota, Lembaga Desa Ngampelrejo beserta anggota, tokoh agama,  tokoh masyarakat dan tokoh pemuda desa Ngampelrejo. (Pen Tuban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *