TNI-Polri Di Senori Tuban Terjun Ajak Petani Pesanggem Tanam Jagung Organik

 

Tuban – Berdasarkan peta wilayah Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, notabene sebagai daerah pegunungan dan lahan hutan yang sangat jauh dari area lahan persawahan. Namun banyak kepala keluarga warga desa setempat, bermata pencaharian petani yang memanfaatkan lahan persil milik Perhutani atau petani pesanggem.

 

Presiden pertama RI, Ir Soekarno pernah sebut sosok petani akronim kata Penjaga Tatanan Negara Indonesia (Petani). Sebutan ini tentu sangat membanggakan petani apalagi yang menyematkan Founding Fathers Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Namun bersamaan masa pandemi covid-19 belakangan ini bulan November 2020, pemerintah pusat telah membuat regulasi baru yakni mekanisme pendistribusian pupuk subsidi dengan menggunakan skema baru seperti adanya Kartani, RDKK, E-RDKK yang membuat banyak petani kelimpungan.

 

Pasalnya, tanpa sosialisasi dari Dinas terkait, menjadikan kebutuhan petani pupuk subsidi tersebut hanya diperuntukkan untuk penggarap (petani) di area lahan persawahan.

 

Sebaliknya, petani lahan persil atau pesanggem milik Perum Perhutani, tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi pemerintah, tak pelak bila sudah masuk musim tanam petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi tersebut.

Berbekal sulitnya mendapatkan pupuk subsidi, para petani pesanggem Desa Wonosari, tidak patah arang agar dapat tanam jagung, bila sudah masuk masa tanam. Mereka bersama prajurit TNI / Polri beserta Kades setempat menggerakkan petani pesanggem untuk uji coba tanam jagung organik di lahan persil seluas 10 hektare area (Ha).

 

Gerakan itu muncul setelah adanya keprihatinan atas keluh kesah nasib petani setempat, yakni mulai sulitnya dapat pupuk subsidi sampai harga jual panen kalau sudah masa panen raya.

 

Sosok prajurit TNI, Koptu Mar Santoso tidak asing bagi warga Wonosari. Pasalnya, rasa empati Mar Santoso yang tinggi, telah mencari alternatif lain yakni tanam jagung organik di lahan persil di wilayah Desa setempat.

 

“Kami mengawali bersama Kades dan warga masyarakat bermata pencaharian petani di lahan pesangem, untuk menanam jagung berbasis pupuk organik,” tutur Prajurit Mar Santoso, saat menceritakan kronologis uji coba tanam jagung organik, Kamis (05/11/2020).

 

Niat TNI Mar Santoso dan Kades Wonosari FX Widhiarto itu, bak gayung bersambut oleh Bhabinkamtibmas anggota Polsek Senori Polres Tuban, Aipda Ahmadi dan Babinsa Koramil 0811/17 Senori Kodim 0811 Tuban, Serda Subiyanto.

 

Keduanya ikut andil terjun langsung dwi tunggal bersama para petani setempat, dalam rangka membantu kesulitan menanam benih jagung di wilayah tugas Desa pengawasannya.

 

“Kami hanya membantu petani warga masyarakat dan teman TNI yang hari ini tanam jagung dilahan 1 ha dengan rencana total tanam dilahan seluas 10 ha,” ungkap Aipda Ahmadi saat bersama Babinsa dan petani pesanggem di lahan KPRH Tinawun, BKPH Parengan Selatan.

 

Bahkan motivasi TNI/Polri ini dalam upaya pemerintah dalam peningkatan ketahanan pangan dan uji coba tanam jagung tersebut, sebagai pembelajaran petani pesanggem untuk lepas ketergantungan pupuk subsidi dari pemerintah pusat.

 

“Kami harap uji coba tanam jagung organik di lahan seluas 10 Ha ini berhasil. Agar petani pesanggem berdedikari di Desa,” tutup Mar Santoso terkait bantuan pada petani lokal di wilayah Kabupaten Tuban. (Pen Tuban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *